Upaya Kemendikbudristek Dalam Menciptakan Sehat Jiwa dan Sehat Lingkungan Bagi Peserta Didik

Jakarta, 28 Mei 2024 — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya meningkatkan status kesehatan peserta didik melalui program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di lingkungan sekolah. Pada tahun ini, fokus GSS diperluas dengan menambahkan aspek Sehat Jiwa dan Sehat Lingkungan, melengkapi tiga fokus sehat yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, maka pada tahun 2024 fokus GSS meliputi 5 sehat, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan.

Salah satu rangkaian acara Gebyar GSS 2024 adalah sesi gelar wicara inspiratif yang secara khusus membahas perubahan iklim dan kesehatan mental remaja. Gelar wicara ini bertujuan memberikan wawasan berharga serta solusi praktis untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik secara menyeluruh.

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, menekankan pentingnya pemahaman tentang kesehatan mental bagi remaja dan menyatakan bahwa topik ini sangat relevan untuk dibahas dalam konteks GSS. “Saya sangat senang melihat topik kesehatan mental di kalangan remaja diangkat dalam acara ini, karena isu tersebut sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Menteri Nadiem menambahkan, di era kehidupan remaja saat ini, pengaruh media sosial adalah hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, para peserta didik yang notabene dalam usia remaja perlu memperhatikan cara yang bijak dalam bermedia sosial.

“Hal yang perlu diingat adalah bahwa apa yang ditampilkan di media sosial bukanlah representasi nyata dari kehidupan yang sebenarnya. Konten yang kita lihat hanyalah sisi terbaik yang dipilih untuk ditampilkan, dan tidak mencerminkan keseluruhan realitas yang ada,” pungkasnya.

Gelar Wicara menghadirkan para narasumber yang ahli di bidang Lingkungan dan Kesehatan jiwa. Salah satunya adalah Rose Mini Agoes Salim, merupakan seorang Psikolog, Dosen, sekaligus Guru Besar di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Sosok yang akrab disapa Bunda Romi ini menuturkan bahwa kecenderungan remaja mengalami gangguan kesehatan mental disebabkan oleh minimnya pengalaman hidup yang mereka jalani.

“Anak usia remaja seringkali membesarkan masalah yang sebenarnya tidak begitu besar, seperti contohnya adalah ketika sedang putus cinta, seakan-akan dunianya sudah selesai. Seorang yang memiliki kesehatan jiwa yang baik dapat mengatasi masalah di berbagai situasi karena mereka memiliki kemampuan mengenali diri dalam mengelola emosi dan menghadapi tantangan dengan sikap yang tepat,” jelasnya.

Selanjutnya, Bunda Romi menjelaskan bahwa cara untuk mengenali diri sendiri adalah dengan melakukan introspeksi, mencari tahu apakah ada hal yang perlu diperbaiki dalam diri kita. “Kita dapat meminta masukan dari orang lain yang memiliki pandangan netral untuk melihat sisi yang mungkin belum pernah kita sadari sebelumnya,” ujar Bunda Romi.

Narasumber lainnya, Andhyta Firselly Utami, selaku CEO dari Think Policy, mengatakan bahwa dampak dari perubahan iklim dan pencemaran lingkungan sangat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

“Dampak buruk pada kesehatan mental akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menyebabkan seseorang mengalami perasaan cemas dan gangguan kecemasan. Hal ini secara signifikan dapat mempengaruhi cara berpikir, mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi, serta menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan,” jelas Andhyta.

Andhyta menyebut, terdapat langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah itu meliputi penanaman pohon secara berkelanjutan dan pemilahan sampah secara teratur.

“Penanaman pohon merupakan salah satu cara paling ekonomis dan efektif untuk menangkap karbon dioksida yang dihasilkan oleh kegiatan industri dan pembakaran. Selain itu, pemilahan sampah juga memainkan peran yang sangat penting. Kurangnya pengelolaan sampah organik dapat menghasilkan gas metana, yang berpotensi untuk meningkatkan pemanasan global hingga 25 kali lipat dari karbon dioksida,” pungkasnya.

Dalam konteks pemilahan sampah, Muhammad Rafie Setiawan, Duta SMA Provinsi Banten tahun 2023, menjelaskan bahwa di sekolahnya telah menerapkan sistem “Bank Sampah”. Melalui sistem ini, siswa didorong untuk terbiasa memilah sampah sehingga lingkungan sekolah dapat terhindar dari pencemaran lingkungan.

“Di sekolah saya, kami menerapkan Bank Sampah agar sampah-sampah yang sifatnya organik dan anorganik dapat dipisahkan sehingga memudahkan penyaluran sampah ke Tempat Pembuangan Akhir,” ungkap Rafie.

Selain itu, Rafie juga mengungkapkan bahwa kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan oleh peserya didik. Kesehatan jiwa yang baik akan membantu peserta didik untuk terus semangat belajar dan produktif.

“Dengan menentukan skala prirotas yang harus dilakukan, saya dapat mengendalikan kesehatan jiwa dengan baik. Selain itu, berbicara dengan orang terdekat dan melakukan kegiatan favorit juga membantu saya mengendalikan tingkat stress di tengah padatnya aktivitas,” ucap Rafie.

Salah satu peserta gelar wicara, Anggita Gendis Novadianti, siswi SMA Negeri 108 Jakarta, merasa bahagia mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan jiwa dan kesehatan lingkungan dalam Gebyar GSS 2024.

“Narasumber yang dihadirkan dalam acara ini mampu mengomunikasi dengan baik akan pentingnya kesehatan jiwa, sehingga saya sendiri semakin paham bagaimana cara yang tepat mengatasi dan mengelola kesehatan jiwa. Dalam kesehatan lingkungan, saya sendiri di rumah juga suka menanam pohon untuk menghasilkan kesejukan udara dan mengurangi global warming,” tutur Anggita.

Selanjutnya, Mawla Djasminetha, siswi SMA Negeri 43 Jakarta, merasa bahwa kesehatan jiwa sangat penting mempengaruhi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. “Topik yang dibahas dalam acara ini sangat sesuai dengan kondisi pelajar SMA dan SMP, sehingga kami memiliki gambaran bagaimana untuk menjaga konsistensi belajar dan merawat lingkungan menjadi lebih baik,” tutup Mawla.

Selanjutnya, Mawla Djasminetha, siswi SMA Negeri 43 Jakarta, merasa bahwa kesehatan jiwa sangat penting mempengaruhi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. “Topik yang dibahas dalam acara ini sangat sesuai dengan kondisi pelajar SMA dan SMP, sehingga kami memiliki gambaran bagaimana untuk menjaga konsistensi belajar dan merawat lingkungan menjadi lebih baik,” tutup Mawla.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#GerakanSekolahSehat
#SekolahSehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penandatanganan Komitmen dan Dukungan Bersama Pelaksanaan PPDB yang Objektif, Transparan dan Akuntabel di Kabupaten Bener Meriah

Bener Meriah, 12 Juni 2024 – Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Bener Meriah, kegiatan penandatanganan komitmen dan dukungan bersama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang objektif, transparan, dan akuntabel berlangsung dengan sukses pada Rabu, 12 Juni 2024. Acara ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan ini diawali […]

Read More

Penandatanganan Komitmen dan Dukungan Bersama Pelaksanaan PPDB yang Objektif, Transparan dan Akuntabel di Kota Langsa

Langsa, 12 Juni 2024 – Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, saat ini setiap Kabupaten/Kota melakukan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Untuk itu Pemerintah Kota Langsa menggelar Pertemuan Dukungan dan Komitmen Bersama Penerimaan Peserta Didik Baru Kota Langsa yang bertempat di Ruang Rapat Walikota Langsa yang dihadiri oleh seluruh Unsur Muspida dan Jajaran Satuan Kerja […]

Read More

BPMP Aceh Dukung dan Hadiri Launching Aplikasi Penerimaan Peserta Disik Baru (PPDB) Disdikbud Bireuen Untuk PPDB yang Transparan, Objektif dan Akuntabel

Bireuen – Bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen secara resmi meluncurkan aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Aplikasi ini akan digunakan pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang dikdas sekabupaten Bireuen. Kegiatan diawali dengan persembahan peumulai jamee tari Ranup Lampuan oleh UPTD SDN 1 Bireuen […]

Read More